Kota Toleran di Indonesia: Perbedaan antara revisi

Dari Al Zaytun Ensiklopedi Toleransi & Perdamaian
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''KOTA TOLERAN DI INDONESIA'''
'''KOTA TOLERAN DI INDONESIA'''


Kota merupakan pusat pemukiman dan pusat multikegiatan yang terdukung oleh fasilitas infrasttuktur yang terus berkembang. Kota-kota berkembang menjadi pusat perekonomian, perdagangan, dan pemerintahan. Sebagai pusat multikegiatan, penduduk kota beragam, apalagi dengan adanya fenomena urbanisasi dan migrasi. Keberagaman penduduk kota dengan keberagamann kepentingan seringkali memicu konflik. Salah satu bentuk konflik adalah konflik SARA (kesukuan, keagamaan, ras, dan antar golongan).  
Kota merupakan pusat pemukiman dan pusat multikegiatan yang terdukung oleh fasilitas infrastruktur yang terus berkembang. Kota-kota berkembang menjadi pusat perekonomian, perdagangan, dan pemerintahan. Sebagai pusat multikegiatan, penduduk kota beragam, apalagi dengan adanya fenomena urbanisasi dan migrasi. Keberagaman penduduk kota dengan keberagamann kepentingan seringkali memicu konflik. Salah satu bentuk konflik adalah konflik SARA (kesukuan, keagamaan, ras, dan antar golongan).  


Dari persoalan keberagaman dan potensi konflik itu, banyak ahli memikirkan tentang toleransi sebagai budaya yang perlu dikembangkan di kota-kota. Salah satu lembaga yang peduli akan masalah toleransi di perkotaan adalah Setara Institut. Pada 30 Januati 2024, Setara Institute merilis Indeks Kota Toleran (KT) Tahun 2023. Instrumen IKT ini membantu kita untuk mengevaluasi seberapa kuat budaya toleransi yang tumbuh di berbagai kota.
Dari persoalan keberagaman dan potensi konflik itu, banyak ahli memikirkan tentang toleransi sebagai budaya yang perlu dikembangkan di kota-kota. Salah satu lembaga yang peduli akan masalah toleransi di perkotaan adalah Setara Institut. Pada 30 Januati 2024, Setara Institute merilis Indeks Kota Toleran (KT) Tahun 2023. Instrumen IKT ini membantu kita untuk mengevaluasi seberapa kuat budaya toleransi yang tumbuh di berbagai kota.
Baris 34: Baris 34:


[ii] www.kompas.com (31/01/2024)
[ii] www.kompas.com (31/01/2024)
{{URUTANBAKU:Kota Toleran di Indonesia}}
{{URUTANBAKU:Kota Toleran di Indonesia}}
[[Kategori:Toleransi]]
[[Kategori:Daftar Ensiklopedi Toleransi]]

Revisi terkini sejak 14 November 2024 15.43

KOTA TOLERAN DI INDONESIA

Kota merupakan pusat pemukiman dan pusat multikegiatan yang terdukung oleh fasilitas infrastruktur yang terus berkembang. Kota-kota berkembang menjadi pusat perekonomian, perdagangan, dan pemerintahan. Sebagai pusat multikegiatan, penduduk kota beragam, apalagi dengan adanya fenomena urbanisasi dan migrasi. Keberagaman penduduk kota dengan keberagamann kepentingan seringkali memicu konflik. Salah satu bentuk konflik adalah konflik SARA (kesukuan, keagamaan, ras, dan antar golongan).

Dari persoalan keberagaman dan potensi konflik itu, banyak ahli memikirkan tentang toleransi sebagai budaya yang perlu dikembangkan di kota-kota. Salah satu lembaga yang peduli akan masalah toleransi di perkotaan adalah Setara Institut. Pada 30 Januati 2024, Setara Institute merilis Indeks Kota Toleran (KT) Tahun 2023. Instrumen IKT ini membantu kita untuk mengevaluasi seberapa kuat budaya toleransi yang tumbuh di berbagai kota.

Berdasar pengukuran IKT itu, Kota Singkawang di Kalimantan Barat muncul sebagai kota paling toleran di Indonesia dengan skor 6,50. Dari sepuluh (10) besar kota-kota toleran di Indonesia, ternyata Provinsi Jawa Tengah memiliki paling banyak kota berkategori kota toleran yaitu Salatiga, Semarang, Magelang, Surakarta. Berikut adalah sepuluh (10) kota paling toleran di Indonesia pada tahun 2023 menurut Setara Institute[i]

  1. Kota Singkawang, Kalimantan Barat, skor 6,50
  2. Kota Bekasi, Jawa Barat, skor 6,46
  3. Kota Salatiga, Jawa Tengah, skor 6,45
  4. Kota Manado, Sulawesi Utara, skor 6,40
  5. Kota Senarang, Jawa Tengah, skor 6,23
  6. Kota Magelang, Jawa Tengah, skor 6,22
  7. Kota Kediri, Jawa Timur, skor 6.07
  8. Kota Sukabumi, Jawa Barat, skor 5,99
  9. Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, skor 5,95
  10. Kota Surakarta, Jawa Tengah, skor 5,80

Dari pengukuran IKT itu pula ditemukan sepuluh (10) kota berkategori paling intoleran di Indonesia pada tahun 2023 menurut Setara Institute[ii]

  1. Kota Depok, Jawa Barat, skor 4,01
  2. Kota Cilegon, Jawa Barat, skor 4,19
  3. Kota Banda Aceh, Daerah Istimewa Aceh, skor 4,26
  4. Kota Padang, Sumatera Barat, skor 4,29
  5. Kota Lhokseumawe, Daerah Istimewa Aceh 4,37
  6. Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, skor 4,38
  7. Kota Pekanbaru, Riau, skor 4,42
  8. Kota Palembang, Palembang, skor 4,43
  9. Kota Bandar Lampung, Lampung, skor 4,45
  10. Kota Sabang, Daerah Istimewa Aceh, skor 4,45

[i] www,kompas.com (31/01/2024)

[ii] www.kompas.com (31/01/2024)